Kategori
Tidak Dikategorikan

Pos Blog Pertama Saya

Jadilah diri sendiri; Diri orang lain sudah ada yang memiliki.

— Oscar Wilde.

Inilah pos pertama di blog baru saya. Saya baru saja memulai blog baru ini, jadi ikuti terus untuk melihat konten lainnya. Berlangganan di bawah untuk mendapatkan pemberitahuan ketika saya mengeposkan pembaruan terbaru.

Kategori
Tidak Dikategorikan

Anakku Sakit Panas, Muntah dan berak-berak

Waktu anakku umur 8 bulan, kondisi anak saya waktu itu keinginan makan dan minumnya bagus, tapi setelah makan atau minum langsung di muntahkan, tepatnya bulan Desember 2019, tanggal 13, hari jumat malam masuk UGD karena muntah-muntah, muntahnya sudah warna hijau. Sebagai orang tua baru, saya sangat takut, apalagi suami di lain provinsi, dan di sini saya tinggal bersama keluarga saya.

Di UGD anak saya langsung di cek sama dokter yang bertugas, katanya mau ambil darah untuk diketahui lebih jelas sakit apa, dan jika masih muntah, anak saya akan diinfus agar tidak keurangan cairan. Akhirnya datanglah petugas yang mau mengambil darah anak saya, dan darah anak saya di ambil, dibawa ke lab. Sambil menunggu hasil darah keluar, saya memberi sedikit demi sedikit susu agar perutnya tidak kosong, tapi anak saya muntah lagi, dan terpaksa dipasang infus. Setelah di pasangi infus, anak saya mulai baikan. Setelah 1-2 jam, hasil darah keluar, dan dokter mengatakan anak saya sel darah putihnya tinggi mengindikasikan adanya infeksi. Akhirnya di rawat inap.

Keesokan paginya, dokter anak A datang memeriksa anak saya, saya bertanya, kenapa anak saya muntah-muntah dan sel darah putihnya tinggi?. Dokter bilang, biasanya karena masalah paru-paru atau masalah di pencernaannya. Untuk memastikannya dokter meminta sampel urin. Anak saya sudah mulai baikan lantaran di beri obat muntah/mual, makan dan minumnya sudah baik. Keesokan harinya, dokter anak datang memeriksa lagi, katanya, anak saya paru-parunya bagus dan pencernaannya baik mungkin karena pengaruh muntahnya makanya sel darah putihnya naik dan dokter mengizinkan anak saya pulang sorenya dan memberi anak saya jadwal kontrol.

Hari senin, tgl 16 Desember 2019, anak saya masih baikan, melakukan aktivitasnya seperti biasanya, hari Selasa, tgl 17 Desember 2019 mulai lagi muntah tapi hanya sesekali dan sakit panas. Hari Rabu, tgl 18 Desember 2019, frekuensi muntahnya mulai bertambah, namun panasnya menurun disini saya belum membawa anak saya ke RS karena anak saya masih kuat makan dan minum. Hari Kamis, tgl 19 Desember 2019, anak saya masih muntah-muntah dan tekstur beraknya mulai kurang bagus, seperti mencret, hari itu saya mau membawanya ke UGD, cuman, karena makan sama minumnya masih kuat dan jadwal kontrolnya besok, maka saya urungkan. Hari Jumat, tgl 20 Desember 2019 tibalah waktu kontrol, kondisi anak saya waktu itu mulai menurun, ketika dokter B memeriksa riwayat sakit anak saya d komputer, dia kaget, karena anak saya tidak diberi antibiotik padahal sel darah putihnya tinggi. Cuman, dokter B bilang, kesimpulan dokter beda-beda. akhirnya anak saya diperiksa dan dokter B bilang mau di rawat inap karena ada indikasi muntaber, tapi dia berubah pikiran dirawat di rumah dulu, tapi kalau ada apa-apa langsung ke UGD dan kalau mau di tangani sama dokter B, bilang sama dokter UGD. Akhirnya kami pulang tidak lupa singgah ambil obat di apotik RS. Namun ada obat yang musti saya beli di luar RS, obat beraknya. Saya singgah di rumah, nitip anak saya, dan saya lanjut pergi beli obat.

Sesampainya saya di rumah habis beli obat, betapa terkejut dan takutnya saya melihat kondisi anak saya. Anak saya lemas, dan hanya melihat keatas. di panggil tidak respon, hanya melihat-lihat keatas. Saya dan kakak sepupu saya langsung berangkat ke RS sambil memberinya minum, orang tua dan saudara saya menyusul. Ketika sudah dekat UGD, anak saya berak, dan beraknya itu hanya air dengan ampas yang sedikit. Jantung saya berdetak kencang melihat kondisi anak saya. Sampai di UGD, anak saya langsung di tangani, darahnya diambil untuk di teliti, dan diinfus karena kekurangan cairan. Tidak lupa juga saya bilang ke dokter UGD, bahwa saya menginginkan anak saya di rawat oleh dokter B, karena jika saya tidak bilang, maka yang rawat dokter A. Puji Tuhan, setelah di infus, anak saya membaik. Kembali lagi anak saya di rawat inap.

Keesokan harinya, dokter B datang memeriksa anak saya, saya meminta dokter untuk menukar obatnya dengan obat yang disuntikkan ke selang infus, karena anak saya selalu muntah jika meminum obat syrup dan puyernya, obat beraknya dia minum karena hanya di taburi di makanan atau minumnya. akhirnya dokter setuju dan menukar obatnya dengan obat suntik. Hari ke 3 dan ke 4 anak saya menunjukkan progres yang baik, frekuensi muntahnya berkurang, dan beraknya mulai berampas. Hari ke 5 tepatnya hari Selasa tgl 24 Desember 2019, anak saya sudah tidak muntah dan beraknya sudah bagus. Ketika Dokter datang, dokter bilang dia mau lihat perkembangannya sampai esoknya, namun saya meminta izin, jika bisa kami pulang hari ini karena besok natal. Dokter mengizinkan, dan memberi kami jadwal kontrol tgl 26 Desember 2019.

Ketika kami sudah di rumah, orang rumah pada sibuk untuk persiapan natal. Saya menjaga anak saya. Ketika anak saya bermain, saya memperhatikan anak saya ada gigi yang tumbuh di bagian atas. Saya berpikir apakah ada hubungannya dengan sakitnya kemarin. Tgl 26 pun tiba, waktunya kontrol dan saya menanyakan pertanyaan saya tadi ke dokter, dan dokter bilang ada kemungkinan. Puji Tuhan anak saya sudah sehat berkat penanganan yang tepat dan kuasa dari Tuhan Yesus.

Kategori
Tidak Dikategorikan

Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin Anda tulis?
  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
  • Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?

Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.

Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai